MENATAP CERMIN PERADABAN: MENGAPA MASALAH BANGSA BERAKAR DARI KRISIS ADAB DAN HILANGNYA GURU PEJUANG?
2GERAKAN PENDIDIKAN BERMUTU UNTUK INDONESIA EMAS 2045
3PELUNCURAN GERAKAN PENDIDIKAN BERMUTU INDONESIA | DR. ADIAN HUSAINI
4MENATA NALAR PENDIDIKAN ANAK: DARI KEJENUHAN SEKOLAH, KEMURNIAN MENGHAFAL AL-QUR'AN, HINGGA SINDROM 'KUDA LEPAS KENDALI'
5MENEMPA INTELEK DI USIA MUDA: MENGHIDUPKAN TRADISI MENULIS BERLANDASKAN ADAB DI PONDOK PESANTREN AT-TAQWA DEPOK
6APAKAH “TUHAN” DAN “ALLAH” ITU SAMA
21 October 2026
17 October 2026
11 October 2026
11 October 2026
10 October 2026
Ibarat melihat segelas air yang terisi sepertiga, kita baru bisa menilai sebuah realitas jika memahami sejarahnya. Apakah air itu sedang bertambah dari gelas yang kosong, atau justru menyusut dari gelas yang semula penuh? Adianhusaini.id, Depok-- Pertanyaan mendasar inilah yang kerap luput saat kita membedah sengkarut persoalan bangsa hari ini. Banyak pihak mendiagnosis krisis Indonesia hanya dari kacamata ekonomi, politik praktis, atau ketertinggalan teknologi. Padahal, jika diselisik lebih dalam, krisis terbesar kita bertumpu pada persoalan manusia: terkikisnya cara pandang hidup (worldview), rusaknya konsep ilmu, dan krisis adab.Jebakan Sekularisme dan Hilangnya Jiwa BerkorbanJauh pada 12 November 1957 di hadapan Majelis Konstituante, tokoh pergerakan Mohammad Natsir telah memperingatkan bahaya sekularisme—paham yang memangkas relasi ketuhanan dari kehidupan sehari-hari dan mereduksi eksistensi manusia sebatas urusan duniawi belaka.Enam tahun sebelumnya, lewat risalah “Jangan Berhenti Tangan Mendayung, Nanti Arus Membawa Hanyut” (1951), Natsir juga merekam fenomena sosial yang mengkhawatirkan: pudarnya keikhlasan berkorban. Semangat juang masa revolusi perlahan berganti menjadi penyakit bakhil keringat, serakah materi, dan menuntut pamrih dari masyarakat. Hal ini diperparah oleh wabah hubbud dunya (cinta dunia berlebihan), penyakit moral yang pernah meruntuhkan kegemilangan peradaban Islam di Spanyol dan Yerusalem masa silam.Ketika Ilmu Terdistorsi (Corruption of Knowledge)Pemikir kontemporer Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas mempertegas bahwa krisis peradaban modern bersumber dari infiltrasi cara pandang asing (alien worldview) dan the widespread corruption of knowledge (kerusakan pemahaman ilmu).Orientasi pendidikan bergeser menjadi sekadar alat mobilitas sosial dan pencetak tenaga kerja pencari materi, menepikan misi agung tazkiyatun nafs (pembersihan jiwa) dan pembentukan karakter fardu ain. Padahal, keahlian akademis tanpa fondasi tauhid dan adab hanya akan melahirkan sosok-sosok pintar yang berpotensi zalim saat memegang kekuasaan. Mengutip formula klasik Imam al-Ghazali: rusaknya rakyat berakar dari rusaknya penguasa, dan rusaknya penguasa dipicu oleh para cendekiawan/ulama yang silau oleh tahta serta harta.Menghidupkan Kembali Barisan Guru PejuangLalu, di mana simpul solusinya? Mohammad Natsir memberikan jawaban tegas: “Suatu bangsa tidak akan maju sebelum ada di antara bangsa itu segolongan guru yang suka berkorban untuk keperluan bangsanya.”Solusi sejati ada pada pembenahan sumber daya manusia lewat jalur pendidikan. Sudah saatnya kita mengubah standar sukses generasi muda. Menjadi pendidik Al-Qur'an, guru akhlak, dan penuntun moral masyarakat bukanlah profesi kelas dua, melainkan tugas peradaban tertinggi.Sebagaimana tradisi pesantren masa lalu yang mencetak para santri menjadi juru dakwah di berbagai lini—baik petani, pedagang, maupun profesional—umat hari ini dituntut menyiapkan korps pejuang di medan perang pemikiran (ghazwul fikri). Menempa manusia yang mengenal Tuhannya, menjunjung adab, dan berjiwa ikhlas adalah kunci utama menyelamatkan bangsa dari arus kemerosotan moral zaman.[AF] Inspirasi video: https://www.youtube.com/live/rGvEaWkczYs?si=hprrmTH8XBmxKGXrPada Seri Kuliah Spesial!PENDIDIKAN DI ERA KECERDASAN BUATAN Bertema:"Membedah Kembali Akar Masalah Bangsa Indonesia dan Solusinya" Bersama:Dr. Adian Husaini(Guru Pesantren At Taqwa Depok) 🗓️ Ahad Malam, 1 November 2026⏰ 20.00 WIB - Selesai 🔗Via Zoom Meeting
25 October 2026
25 October 2026
21 October 2026
20 October 2026
08 July 2026