ORANG TUA SISWA GUNTING PAKSA RAMBUT GURU, KIAN MENDESAK PENDIDIKAN ADAB

ORANG TUA SISWA GUNTING PAKSA RAMBUT GURU,  KIAN MENDESAK PENDIDIKAN ADAB

 

Artikel ke-1.421

Oleh: Dr. Adian Husaini (www.adianhusaini.id)

            Lagi-lagi kasus memilukan terjadi dalam dunia pendidikan kita. Situs berita kompas.com (19/1/2023) menurunkan berita berjudul: “Tak Terima Rambut Anaknya Digunting,

Orangtua Siswa Gunting Paksa Rambut Pak Guru.”

            Diberitakan, ada seorang guru bernama Ulan Hadji (27) yang mengajar di SD Negeri 13 Paguyaman tidak bisa berbuat banyak setelah orangtua salah satu siswanya menggunting paksa rambut di kepalanya. Diduga kejadian ini merupakan balas dendam sang bapak karena tidak terima anaknya digunting rambutnya oleh sang guru.

Peristiwa ini berlangsung pada Senin (9/1/2023). Akibatnya, Pak Guru Ulan Hadji terpotong di bagian atas hingga terlihat kulit kepalanya. Kasus pengguntingan rambut guru secara paksa ini mendapat perhatian masyarakat.

Insan Dai, salah seorang warga bahkan mengunggah wajah guru yang rambutnya sudah terpotong dan surat pernyataan yang dianggap keliru. Unggahan di Facebook viral dengan 856 komentar dan telah dibagikan sebanyak 762 kali. Dalam unggahannya ia menuliskan kalimat "Sungguh miris sekali, di mana seorang guru (tenaga pendidik) di salah satu sekolah dasar di wilayah Paguyaman dilecehkan oleh oknum orangtua siswa. Di mana guru tersebut saat melakukan pendisiplinan terhadap siswa dalam hal ini merapikan rambut yang sebelumnya sudah diingatkan berulang-ulang tentang regulasi sekolah. Pada saat itu juga siswa tersebut melapor kepada orang tuanya, sontak saja orang tua siswa tersebut mendatangi sekolah dengan geramnya. Oknum orangtua tersebut justru mengambil tindakan dengan menggunting rambut guru tersebut di dalam kelas. Mirisnya pihak-pihak terkait hanya mendamaikan masalah ini".

            Menanggapi masalah ini, Ariyanton Tahiju, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Boalemo mengatakan pihaknya sudah menyampaikan kepada orangtua siswa tersebut bahwa tindakan yang dilakukan itu sudah melampaui batas kewajaran.

Tindakan itu melecehkan bahkan merendahkan martabat guru, atas perlakuan ini seorang guru bisa mengajukan perlindungan hukum. Sementara yang dilakukan oleh seorang guru merupakan didikan sebagai wujud perhatian dan kasih sayangnya dalam menerapkan disiplin dan tata tertib sekolah.

“Orang tua siswa menyesali dan minta maaf kepada semua pihak terutama guru karena dikuasai emosi sehingga terjadi hal yang tidak diinginkan,” kata Ariyanton Tahiju, Rabu (18/1/2023).

Lanjut baca,

https://member.adianhusaini.id/member/blog/detail/orang-tua-siswa-gunting-paksa-rambut-guru,--kian-mendesak-pendidikan-adab

 

Dipost Oleh Super Administrator

Admin adianhusaini.id

Post Terkait