DARI MUNAS BKSPPI: MENEGUHKAN JATIDIRI PESANTREN SEBAGAI LEMBAGA PERJUANGAN  

DARI MUNAS BKSPPI:  MENEGUHKAN JATIDIRI PESANTREN SEBAGAI LEMBAGA PERJUANGAN   

 

Artikel ke-1.422

Oleh: Dr. Adian Husaini (www.adianhusaini.id)

            Pada hari Senin (23/1/2023), saya mendapat kehormatan besar untuk menyampaikan presentasi di hadapan peserta Munas Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI), di Bogor. Acara Munas BKSPPI dibuka oleh Wakil Menteri Agama RI, Dr. Zainut Tauhid Sa’adi dan dihadiri sekitar 150 pimpinan pesantren dari 17 provinsi.

            Beberapa kyai senior tampak hadir, seperti KH A. Cholil Ridwan, KH Abbas Aula, KH Abdul Hanan, dan tentu saja, Prof. Dr. KH Didin Hafidhuddin, ketua BKSPPI dan sekaligus pemimpin Pesantren Mahasiswa Ulil Albab, Bogor.

Para kyai itu adalah guru-guru saya ketika masih menjadi mahasiswa di Bogor. Tahun 1987-1989, saya nyantri di Pesantren Ulil Albab Bogor. Pesantren mahasiswa ini diresmikan langsung oleh Mohammad Natsir.

Kepada para pimpinan Pesantren, saya menyampaikan kembali konsep dasar pesantren yang disampaikan pendiri BKSPPI, yaitu KH Sholeh Iskandar. Bahwa, pesantren adalah lembaga tafaqquh fid-din dan lembaga iqamatud din (lembaga pendidikan dan lembaga perjuangan).

Sebagai lembaga tafaqquh fid-din, kedudukan dan fungsi pesantren sudah banyak dimaklumi. Dalam hal ini, saya mengusulkan lima hal yang perlu dikuasai oleh para santri untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat, yaitu: (1) Niat ikhlas dalam thalabul ilmi (2) Memahami islamic worldview (pandangan hidup Islam) dengan baik, (3) Memahami konsep ilmu dalam Islam dan tantangannya, (4) Memahami sejarah dengan benar (5). Memiliki kemampuan komunikasi yang baik.

Kelima hal itu insyaAllah akan menjadi bekal yang bermanfaat bagi para santri ketika mereka terjun ke tengah masyarakat. Tantangan paham-paham yang menyesatkan begitu besar. Tidak sedikit santri yang dididik selama bertahun-tahun di pesantren, lalu kemudian berubah pemikiran dan sikapnya karena mendapatkan kuliah-kuliah yang merusak pemikiran.

Tidak sedikit pula alumni pesantren yang bekerja sebagai buruh di perusahaan. Seorang mahasiswa S3 Uiniversitas Ibn Khaldun Bogor, yang memimpin pesantren dengan ribuan santri, berkisah, bahwa 90 persen lulusan pesantrennya bekerja di pabrik-pabrik. Tantangan kehidupan sangat berat. Ada kalanya lingkungan kerja dan pergaulan kurang kondusif untuk menjaga ibadah dan akhlak.

Karena itulah, pesantren perlu memberikan bekal ilmu dan iman yang kokoh kepada para santri. Dalam hal inilah, jiwa kemandirian dan jiwa perjuangan perlu ditanamkan sejak di pesantren. Saya mengajak para kyai yang hadir untuk terus-menerus menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada para santri.

Para santri itu adalah kader-kader dai. Mereka bukan manusia biasa lagi. Saat memasuki dunia pesantren, sudah sepatutnya mereka meneguhkan niat untuk berjuang di jalan Allah, dengan mengamalkan dan mengajarkan ilmu yang didapatnya di pesantren.

Sebagai lembaga iqamatuddin, pesantren  tidak boleh berdiam diri dalam menghadapi berbagai problematika umat dan bangsa, baik internal maupun eksternal. Secara internal, Rasulullah saw sudah mengingatkan bahaya penyakit cinta dunia:

“Hampir dekat masanya di mana bangsa-bangsa akan menyerbu kalian seperti orang-orang yang makan menyerbu sebuah hidangan.” Ada seseorang yang bertanya: “Apakah itu disebabkan jumlah kami sedikit di masa itu?” Beliau menjawab: “Justru jumlah kalian banyak, akan tetapi banyaknya kalian seperti buih di lautan. Allah pasti mencabut dari hati musuh kalian keseganan terhadap kalian, dan Allah memasukkan ke dalam hati kalian wahn.” Seseorang bertanya: “Wahai Rasulullah, apa wahn itu?” Beliau menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud).

Secara eksternal, umat Islam masih menghadapi tantangan dan serbuan pemikiran yang merusak aqidah dan akhlak masyarakat, seperti paham sekulerisme, liberalisme, dan paham-paham destruktif lainnya. Sebagai lembaga yang menaungi ribuan pesantren, maka BKSPPI juga dituntut untuk memainkan peran penting dalam memperkuat daya tahan pesantren dan para alumninya.

Lanjut baca,

https://member.adianhusaini.id/member/blog/detail/dari-munas-bksppi:--meneguhkan-jatidiri-pesantren-sebagai-lembaga-perjuangan

 

Dipost Oleh Super Administrator

Admin adianhusaini.id

Post Terkait