Oleh: Dr. Adian Husaini (www.adianhusaini.id)
Rancangan Undang-undang “Omnibus Law” Cipta Kerja dibuka dengan kata-kata: “Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa”. Pada bagian “ASAS, TUJUAN, DAN RUANG LINGKUP”, disebutkan: (1) Undang-Undang ini diselenggarakan berdasarkan asas: a. pemerataan hak; b. kepastian hukum; c. kemudahan berusaha; d. kebersamaan; dan e. kemandirian.
Para penyusun Undang-undang tersebut sebagian besar adalah orang muslim. Mereka tentu ingat bahwa dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ketiga disebutkan: “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.”
Berikutnya, pada alinea keempat, disebutkan: “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”
***
Pembukaan UUD 1945 tersebut seharusnya menjadi landasan dalam penyusunan setiap Undang-undang dan peraturan-peraturan lain di Indonesia. Dalam pembukaan UUD 1945 tersebut ditegaskan pentingnya prinsip atau asas keimanan, keadilan, dan keberkahan.
Bahkan, rumusan “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur”, merupakan konsep aqidah Ahlus Sunnah wal-Jamaah, yang mengakui, bahwa setiap keberhasilan usaha kita adalah atas berkat dan rahmat Allah SWT, serta mengharuskan adanya usaha (kasab) dalam aktivitas dan perjuangan bangsa Indonesia.
Lanjut baca,