Membangun Fondasi Peradaban: Mengapa Islamic Worldview Begitu Krusial Saat Ini

Membangun Fondasi Peradaban: Mengapa Islamic Worldview Begitu Krusial Saat Ini

Di tengah arus globalisasi dan gempuran informasi yang tak terbendung, tantangan terbesar bagi generasi muda Muslim saat ini bukanlah sekadar penguasaan teknologi, melainkan kejernihan berpikir.

 

Adianhusaini.id, Hakarta[[Dr. Adian Husaini, Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII), menekankan bahwa kunci untuk menghadapi tantangan zaman adalah dengan memperkokoh Islamic Worldview atau cara pandang Islam.

Melalui program "Kursus Sehari Worldview of Islam" yang ditujukan bagi pelajar dan mahasiswa, Dr. Adian menggarisbawahi bahwa memahami Islam bukan hanya soal menjalankan ritual, melainkan bagaimana menjadikan Islam sebagai kacamata dalam melihat seluruh realitas kehidupan.

 

Menjaga Iman di Era Kebohongan

Dunia saat ini sering disebut sebagai era pasca-kebenaran (post-truth), di mana batas antara fakta dan opini menjadi kabur. Dr. Adian menekankan pentingnya "Kiat Menjaga Iman di Zaman Kebohongan." Menurutnya, tanpa fondasi yang kuat terhadap Al-Qur'an, seseorang akan mudah terombang-ambing oleh narasi-narasi yang mendiskreditkan nilai-nilai agama.

Salah satu poin kritis yang diangkat adalah bedah terhadap ideologi-ideologi besar seperti:

  • Sekularisme: Pemisahan agama dari urusan publik dan negara.
  • Liberalisme: Kebebasan tanpa batas yang sering kali menabrak norma agama.
  • Pluralisme & Zionisme: Tantangan ideologis yang menuntut daya kritis tinggi agar identitas Muslim tetap terjaga.

Beradab Sebelum Berilmu

Salah satu pesan mendalam dari Dr. Adian adalah tentang harmoni antara adab dan ilmu. "Beradab dan Berilmu Sepanjang Waktu" menjadi salah satu pilar utama. Beliau mengingatkan bahwa ilmu tanpa adab hanya akan melahirkan kecerdasan yang merusak, sedangkan adab tanpa ilmu akan membuat seseorang kehilangan arah.

Beliau juga memotivasi para peserta dengan topik yang provokatif namun reflektif: "Jangan Kalah Sama Monyet." Pesan ini merupakan sindiran halus sekaligus motivasi agar manusia memaksimalkan potensi akal dan ruhaninya, tidak sekadar mengejar kebutuhan biologis atau insting dasar semata.

Menuju Kejayaan Peradaban Islam

Visi ke depan yang ditawarkan Dr. Adian sangat jelas: Menyambut Kejayaan Peradaban Islam. Namun, kejayaan ini tidak datang dengan sendirinya. Ia mensyaratkan dua hal utama:

  1. Kecintaan pada Sejarah: "Jangan Salah Belajar Sejarah!" tegasnya. Memahami sejarah dengan benar adalah cara terbaik untuk memetakan masa depan dan belajar dari kejayaan serta kegagalan masa lalu.
  2. Identitas Ganda yang Positif: Menjadi orang Muslim yang baik secara otomatis akan menjadikan seseorang warga negara Indonesia yang baik. Keduanya tidak untuk dipertentangkan, melainkan disinergikan demi kemajuan bangsa.

 

Kesimpulan: Kebanggaan Menjadi Muslim

Pada akhirnya, seluruh rangkaian pemikiran Dr. Adian Husaini bermuara pada satu tujuan: menumbuhkan rasa bangga menjadi Muslim yang berbasis pada ilmu, bukan emosi semata. Dengan memantapkan keimanan terhadap Al-Qur'an dan memiliki cara pandang Islam yang komprehensif, generasi muda diharapkan siap menjadi pemimpin peradaban di masa depan.

Kursus ini bukan sekadar transfer informasi, melainkan upaya "pembersihan pikiran" untuk menyelamatkan iman menjelang momentum suci seperti bulan Ramadhan. Bagi pelajar, santri, dan mahasiswa, memahami Islamic Worldview adalah investasi intelektual dan spiritual yang paling berharga hari ini.

 

Link Video: https://youtu.be/17A4nDIBJJw

 

 

 

 

Dipost Oleh Super Administrator

Admin adianhusaini.id

Post Terkait