Membedah Diplomasi Palestina: Di Balik Pertemuan Presiden Prabowo dan Ormas Islam

Membedah Diplomasi Palestina: Di Balik Pertemuan Presiden Prabowo dan Ormas Islam

Isu pengiriman bantuan kemanusiaan melalui inisiatif Boat of Peace (BOP) ke Palestina sempat memicu gelombang diskusi dan perbedaan pandangan di tengah masyarakat, khususnya di kalangan aktivis dan organisasi kemaslahatan Islam.

 Adianhusaini.id, Jakarta-- Guna menjernihkan situasi, Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam ke Istana Negara untuk memberikan penjelasan komprehensif mengenai strategi diplomasi Indonesia.

Dr. Adian Husaini, Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), yang hadir langsung dalam pertemuan tersebut, membagikan catatan pentingnya. Menariknya, Adian yang juga seorang wartawan senior, melihat pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan sebuah paparan strategi geopolitik yang sangat detail.

Geopolitik Global dan Faktor Donald Trump

Dalam penjelasannya, Presiden Prabowo mengawali diskusi dengan membedah situasi global terkini. Fokus utamanya adalah dinamika politik di Amerika Serikat, terutama pasca-terpilihnya kembali Donald Trump.

Menurut Adian, Presiden menjelaskan secara mendalam bagaimana arah kebijakan politik luar negeri Trump akan berdampak pada peta konflik di Timur Tengah. Prabowo menekankan pentingnya memahami hubungan antara Amerika Serikat, sekutu-sekutunya, serta relasi khusus antara Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Pemahaman ini krusial bagi Indonesia agar tidak salah langkah dalam mengambil posisi diplomatik.

Komitmen Seumur Hidup Prabowo untuk Palestina

Salah satu poin yang paling mengesankan bagi Adian Husaini adalah penegasan Prabowo mengenai kedekatan emosional dan sejarah pribadinya dengan isu Palestina. Prabowo menceritakan bahwa keterlibatannya dalam membela Palestina bukanlah hal baru.

"Beliau menyampaikan bahwa tugas-tugas penting terkait pembelaan Palestina sudah ia jalankan sejak dulu, bahkan saat ia masih menjadi perwira yang diutus langsung oleh Presiden Soeharto," ungkap Adian.

Hal ini, menurut Adian, memberikan perspektif baru bagi para pimpinan ormas. Prabowo ingin menegaskan bahwa dukungannya terhadap Palestina bukan sekadar pencitraan politik sebagai presiden, melainkan sebuah keyakinan yang telah ia pegang selama puluhan tahun.

Menjembatani Perbedaan di Internal Umat

Adian Husaini tidak menampik bahwa di internal ormas Islam sempat terjadi "konflik" pemikiran atau perbedaan tajam mengenai teknis bantuan Boat of Peace. Ia mencontohkan bagaimana tokoh-tokoh yang dikenal bersahabat karib, seperti Ustaz Zaitun Rasmin dan Ustaz Bakhtiar Nasir, sempat memiliki pandangan berbeda di media. Begitu pula dinamika yang terjadi di internal Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Namun, pertemuan di Istana tersebut berhasil menjadi wadah tabayun (klarifikasi). Presiden Prabowo membeberkan alasan-alasan rasional di balik setiap langkah pemerintah.

"Jurnalistik itu memang sering kali menjual konflik karena menarik untuk disimak. Namun, dalam kasus Palestina, yang kita butuhkan adalah kesatuan langkah. Pertemuan kemarin penting untuk memahami mengapa pemerintah mengambil kebijakan tertentu dan mengapa ormas-ormas akhirnya bisa memahami posisi tersebut," jelas Adian.

Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Diplomasi Berdaulat

Pertemuan yang juga dihadiri oleh tokoh-tokoh dari berbagai pesantren besar, seperti Kiai Hasib Wahab dari Tambakberas Jombang hingga perwakilan dari Attaqwa Bekasi, menunjukkan bahwa dukungan ini bersifat lintas sektoral.

Adian Husaini menekankan bahwa penjelasan Presiden sangat transparan. Prabowo tidak sedang berusaha "mencitrakan" pemerintah sebagai pihak yang paling berjasa, melainkan mengajak semua pihak untuk melihat realitas politik internasional yang kompleks.

Sebagai penutup, Adian melihat bahwa diplomasi Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo sedang berusaha menempatkan diri sebagai jembatan perdamaian yang aktif namun tetap berpegang pada prinsip kemerdekaan Palestina. "Ini bukan tentang membela pemerintah secara buta, tapi tentang memahami strategi besar demi kemaslahatan saudara-saudara kita di Palestina," pungkasnya.

 

Link Youtube: https://youtu.be/PXq8lMkqKXY

 

 

Dipost Oleh Super Administrator

Admin adianhusaini.id

Post Terkait